Senin, 24 Desember 2012

Moderenisasi jajah

sekarang bukan jaman batu atau jaman bahri breww cara menjajah pun sekarang sudah modern secara logika bukan secara pisik,,jajahan melalui perkembangan jaman sampai2 para koruptor itu tau tapi malah ingin meniru cara negara lain menjajah negara kita tapi bodohnya mreka malah menjajah negara sendiri menjajah masyarakat memperkerjakan manusia dengan gajih yg tidak sesuai dengan kebutuhan hidup sehingga masih banyak org2 yg tidak mampu untuk bersekolah karna masalah dana banyaknya org yg tidak memiliki rumah bnyaknya org yg kelaparan..
yg di pertanyakan di mana kah letak hati nurani mreka di mana letak logika jika mreka tidak pernah mau sadar yg kita harapkan tuhan yg sadarkan mreka..
 
Ada istilah, bahwa bangsa ini belum merdeka karena belum bisa mandiri sehingga masih mengandalkan produk impor untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Marilah kita tengok sejenak kehidupan keseharian, benarkan negeri ini belum merdeka seutuhnya karena dijajah oleh produk impor? Jawabannya ada di dapur rumah anda masing-masing.

Selain peralatan, juga bahan makanan yang diolah di dapur ternyata sudah mulai didominasi oleh produk asing. Sebagai contoh kecil saja, gula impor, buah impor, sayur impor, termasuk bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabe, wortel, kentang, tomat, dan sebagian besar bahan mentah lainnya. Hal ini berbanding terbalik dengan bahan makanan produk lokal, yang notabene tidak mempunyai merk dan penampilan kurang menarik, kotor dan jorok.

Berdasarkan dominasi bahan-bahan makanan yang ada di tiap rumah, dapat dilihat bahwa mayoritas produk yang dikonsumsi merupakan barang impor. Dengan banyaknya produk impor atau asing yang dikonsumsi, secara logika dapat diasumsikan bahwa produk yang dijual di dalam pasar banyak sekali merupakan barang-barang impor.

Dari sekian banyaknya barang impor yang didistribusikan ke pasar dalam negeri mempunyai makna tersendiri, yakni bangsa ini masih memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap produk dari bangsa lain. Dapat dikatakan, dalam kondisi terjajah, adalah dijajah oleh produk asing. Kasihan.

Pembodohan Cinta

cerita tentang cinta
cinta cinta pembodohan
cinta…
pada stress dan nggak sedikit yang gila
mati mampus minum racun serangga
gantung diri di pohon jengkol
nubrukin badan ke bis kota yang sedang mangkal
lompat melompat dari gedung bertingkat
karena cinta demi cinta…

hey kau kau kawan terlihat cemen (kan aku anak gaul lagi)
dengernyapun lagu cengeng
membuat otak dan mental seperti kaleng rombeng
hati pun celeng-celeng…teng teng terengteng
nontone sinetron telenovela
isinya hanya cinta
cinta cinta di teng teng…….
hey kau kau kawan kan masih banyak cerita (dunia tak selebar daun kelor)
hey kau kau kawan terlihat cemen (cinta bukan di balik kolor)
hey hey kawan terlihat cemen (cinta itu pembodohan)
hanyalah retorika yang menggebu gebu berbuntut kepentingan…
(kalo ngomong cinta) cinta umat manusia….
(kalo ngomong cinta) ada kau berkuasa…
(kalo ngomong cinta) cinta rakyat jelata…
(kalo ngomong cinta) tapi engkau membunuhnya…
(kalo ngomong cinta) adalah anugrah…
(kalo ngomong cinta) kenapa ada yang luka…
(kalo ngomong cinta) kenapa banyak yang mati…
(kalo ngomong cinta) ada pasti tujuannya…
itukah cinta itukah cinta kata kuncinya…
hey kau kau kawan sadarlah…
dunia punya cerita
cerita tentang cinta
cinta cinta pembodohan…
bagaikan bulan…
cinta pembodohan , by marjinal band
cinta cinta dan cinta …yeah sepenggal lirik lagu marjinal yang menurut gw asik banget karena mengkritik para panggila cinta ,maaf para pemuda pemudi yang mengorbankan masa depan dan nyawanya hanya karena cinta.perilaku bodoh dan stupid ( hayah sama aja kang :mrgreen: ).bunuh diri karena di tinggal pacarnya, karena di putusin ,karena di duain, karena pacarnya selingkuh dengan selingkuhannya nya :lol: ,patah hati, sakit hati,cintanya di tolak, cinta dan cinta yang cemen.
belum lagi band2 sekarang ( major label mainstream ) yang banyak menyuguhkan band2 yang kebanyakan lagunya cemen.kenapa sih? oo mungkin lagi trend aja lagu2 cemen. gw sih setuju2 aja selama lagu itu mengajarkan cinta2an yang baik ( walo akhirnya cemen juga ). Tema cinta2an yang cemen sudah menjadi hal yang mutlak jika lo masuk di industri musik masa kini hayah jadi ga nyambung, dan akhirnya para komsumsi industri musik ( mainstream ) itu sendiri terutama kalangan remaja kita juga ikut ketularan cemennya (oknum),lemah! ( sory bos persfektif gw aja jangan terlalu dipikirin :lol:   )
tentu kita ingat berita bullshit! tentang si cewe yang mati minum racun tikus ( eh bener ga ) trus terjun bebas dari jembatan karena di tinggal sang pacar ( yang sempat ngetrend lagunya ampe temen2 gw cewe cowo ngepens banget ma kisah lagu itu, cicay! ). truss kasus percobaan bunuh diri terjun bebas dari atas tower ato apa namany itu. anak SD yang gantung diri karena di tinggal sang kekasih yang masih SD pula :mrgreen: dan kasus 2 cemen yang laen, percobaan bunuh diri minum baygon, minum racun serangga  gantung diri di pohon tomat dll , depresi yang di akibatkan karena cinta ciee ila.
damm! sampai disitukah mental pemuda – pemudi ini,kenapa mereka begitu mudahnya menyerah, begitu rapuhnya jiwa mereka. sehingga jalan pintas, dengan mengakhiri hidup mereka.

Cinta (Tanah Air), Suatu Kebodohan?


Petang ini begitu lesu darah, mungkin karena melewatkan makan tadi siang, namun ketika ‘membangunkan’ komputer, tidak tahu ada daya tarik yang tidak dapat ditolak untuk masuk laman kompasiana dan terpaku pada pojok tulisan terbaru yang memuat prosa kompasianer berjudul kutinggalkan cinta yang bodoh.
Tiga kali tulisan tersebut dibaca berulang kali, seraya menandaskan tidak salah mengerti dan salah mengambil kesimpulan sebelum tulisan ini menyelinap mengisi halaman kompasiana. Memang tidak dimaksudkan untuk mempertanyakan arti cinta yang bodoh, apalagi hendak menyalahkan yang empunya tulisan.
Akan tetapi, saya merasa janggal dengan ungkapan cinta yang bodoh, apalagi cinta dikaitkan dengan tidak memikirkan berapakah biaya melahirkan, tidak memikirkan berapakah biaya pendidikan bagi anak-anak kelak, tidak memikirkan berapa harga beras sekarang, Bahkan memunculkan begitu banyak kesulitan manakala kamu keluar dari box warnet, dan membuat kamu depresi, sebab, dunia nyata tak seindah warna dan layar LCD yang kau cumbui tiap hari.
Sejenak pikiran saya pun terpental, persis manakala cerita lebaran ditulis dan diturunkan di tengah jebakan broadband selain sergapan kemacetan mudik. Apakah kesadaran ‘cinta’ mendasari sebelas tulisan yang muncul, sementara kompasianer lain asyik masyuk dengan keluarga mereka? Ataukah ‘kebodohan’ seperti dimaksudkan oleh kompasianer yang satu ini?
Akhirnya, saya menerawang pada perjuangan manakala bangsa Indonesia di tahun empat puluh lima. Para pejuang mempertaruhkan harta, bahkan nyawa demi ‘cinta tanah air’ yang tidak rela ibu pertiwi dijajah. Kebanyakan pejuang ini harus mati berkalang tanah menjadi tumbal cinta tanah air. Mereka yang sekarang telah ada di pusara tanpa batu nisan atau berada di balik taman makam pahlawan, tahu betul apa arti cinta tanah air sehingga dibela sampai mati.
Apabila cinta harus memperlihatkan imbalan atas pengorbanan yang dikeluarkan sehingga tidak dikatakan kebodohan yang harus ditinggalkan. Lalu, seperti apa cinta yang pintar agar senantiasa berada dalam dekapan?